Klei and Clay - Jangan Campur Bahan Aktif Ini

Beberapa minggu lalu, Klei & Clay telah membahas mengenai bahan aktif skincare. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, bahan aktif skincare memiliki manfaat masing-masing dan perlu diperhatikan tata cara penggunaannya. Ada beberapa bahan skincare yang tidak boleh dan boleh dipakai bersamaan. Kandungan skincare yang dilarang untuk dipakai secara bersamaan tentu penting untuk diketahui oleh semua orang. Zat aktif yang ada di dalam sebuah produk diketahui memiliki porsinya masing-masing. Maka, jika salah dan asal mencampur dua senyawa yang berbeda dapat memicu iritasi pada kulit wajah. Bahkan, salah-salah, hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada wajah yang meninggalkan bekas.

Untuk itu, penting untuk mengetahui kandungan apa saja yang terdapat pada skincare-mu dan mengetahui jadwal pemakaian yang tepat. Lalu, apa saja kandungan skincare yang tidak boleh dicampur? 

Baca Juga: Mengenal Bahan Aktif Dalam Skincare

 

Pertama, Retinol dan AHA/BHA

Retinol, alpha hydroxy acid/AHA (termasuk asam glikolat, asam laktat), dan beta hydroxy acid/BHA adalah tiga bahan skincare yang ampuh mengatasi berbagai masalah kulit.Namun, ketiga kandungan skincare ini sebaiknya tidak boleh dipakai bersamaan karena campuran retinol dan AHA/BHA meningkatkan resiko kulit iritasi, kemerahan, dan mengelupas, khususnya jika Kleve memiliki tipe wajah kombinasi.

Retinol dan AHA/BHA sendiri merupakan bahan aktif skincare yang cara kerjanya agak mirip satu sama lain, yaitu untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit. Nah, apabila digunakan secara bersamaan, sel kulit akan terangkat secara berlebihan. Apalagi, retinol dan AHA/BHA sama-sama cenderung membuat kulit kering jika cara pakainya tidak tepat. Mencampur penggunaan skincare yang punya kandungan retinol dan AHA/BHA secara bersamaan akan meningkatkan risiko ini.

 

Kedua, Retinol dan Vitamin C

Selain AHA/BHA, Retinol juga dilarang digunakan bersamaan dengan vitamin C. Hal ini dikarenakan campuran keduanya dapat memicu kulit menjadi kering dan iritasi. Apabila Kleive ingin menggunakan keduanya, gunakan di waktu yang berbeda, misalkan di pagi dan malam hari.



Ketiga, Glycolic Acid dan Azelaic Acid

Kedua bahan ini banyak ditemukan pada produk eksfoliator. Namun, keduanya tidak boleh dipakai bersamaan. Ada sejumlah risiko yang bisa membuat kulit menjadi rusak, yakni meliputi kulit kemerahan, kulit mengelupas parah, dan menjadi kering dan perih.

 

Keempat, Vitamin C dan Peptide

 

Vitamin  C dan peptide memiliki khasiat yang mirip, yakni untuk mencerahkan wajah. Meskipun baik untuk kulit, keduanyai tidak boleh digunakan bersamaan. Senyawa yang digabung dari vitamin c dan peptide akan mengalami perubahan dan teroksidasi. Akibatnya, kandungan skincare yang menyerap kulit tidak bisa memberikan manfaat yang optimal.



Kelima, Benzoil Peroksida dan Vitamin C


Benzoil peroksida adalah zat aktif yang bertujuan untuk menghilangkan jerawat. Menggunakan bersamaan dengan vitamin C berisiko akan mengalami oksidasi sehingga membuat penyerapan skincare menjadi tidak maksimal.



Keenam, Niacinamide dan AHA/BHA

Niacinamide dilarang digunakan bersama dengan AHA BHA yang bersifat asam. Hal tersebut karena mencampurkan keduanya dapat mengurangi kinerja kedua bahan aktif yang kemudian menyebabkan iritasi pada kulit wajah.

Ketujuh, Niacinamide dan Vitamin C

Sejumlah ahli berpendapat bila dipakai secara berbarengan atau layering, niacinamide dan vitamin C dapat saling mengurangi keefektifan masing-masing zat aktif. Penggunaan niacinamide dan vitamin C secara bersamaan juga diduga dapat meningkatkan risiko kulit kemerahan dan membuat warna kulit tidak merata.


Kedelapan,  BHA dan Benzoyl Peroxide

Beta hydroxy acids atau yang dikenal dengan BHA berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit. Akan tetapi, jangan sampai Anda menggabungkan kandungan skincare yang mengandung BHA dengan benzoyl peroxide. Kedua bahan ini bisa memicu jerawat aktif dan iritasi bila dipakai bersamaan.


Kesembilan, Oil-based dan Water-based

Saat memilih dan membeli produk skincare, Kleive tentu mengenal tekstur oil-based (berbahan dasar minyak) dan water-based (berbahan dasar air). Seperti yang diketahui bahwa kedua zat ini tidak dapat disatukan, begitu pula dalam hal perawatan wajah. Formula skincare oil-based dapat menghalangi produk skincare water-based dalam penyerapan ke kulit.

Nah, sekarang Kleive sudah paham kan mengapa ada skincare yang tidak boleh dicampur atau digunakan bersamaan? Walau begitu, Kleive tetap boleh menggunakan keduanya, hanya saja tidak di waktu bersamaan. Misalnya Kleive menggunakan vitamin c di pagi hari dan niacinamide di malam hari. Hal ini diperbolehkan karena tidak bertabrakan satu sama lain. Selain itu, meski menggunakan bahan aktif, Kleive bisa tetap menggunakan Rosanium Face Oil sebagai moisturizer sehari-hari. Selain diformulasikan dari bahan alami dan kaya akan manfaat, Rosanium Face Oil tetap aman dicampur dan dipakai bersamaan. 

Rosanium Face Oil

Nah, itu tadi pembahasan tentang 9 bahan aktif yang tidak boleh dipakai bersamaan beserta dampaknya. Sekarang Kleive sudah paham bukan ? Semoga bermanfaat!