Masih dalam vibes Women’s March 27 April kemarin, kali ini Klei & Clay akan membahas lagi tema feminist namun pada sisi entrepreneur-nya. Pembahasan kali ini Kleive ditemani oleh Divanda Gitadesiani S.sn yang merupakan Founder dari Klei & Clay. Yuk! Baca sampai akhir ya.

Klei & Clay (K&C): Menurutmu bagaimana perkembangan perempuan Indonesia dalam dunia entrepreneur?
Divanda Gitadesiani (DG): Menurutku perkembangan perempuan dalam dunia entrepreneur meningkat, terutama dalam bidang beauty dan fashion. Karena mostly kedua bidang tersebut didominasi dan identik dengan perempuan. Namun untuk di bidang lain yang identik dengan laki-laki, kaum perempuan masih menjadi minoritas.

(K&C): Bagaimana pendapat kamu sebagai Women entrepreneur / womenpreneur terkait stereotip dimana perempuan tidak lebih baik dalam bidang pekerjaan dibanding laki-laki?
(DG): “Buat aku pribadi, aku menentang akan hal itu. Karena sesungguhnya laki-laki dan perempuan mempunyai kapasitas yang berbeda. Perempuan lebih emosional dalam menentukan hal, sedangkan laki-laki lebih logic. Namun kelebihan perempuan adalah multitasking dimana walaupun mereka mereka bisa belajar, bekerja berbagai hal dalam satu waktu dan juga perempuan dapat berfikir secara logika dan intuisi di waktu bersamaan. Sedangkan laki-laki sulit untuk in-touch ke emotional decision, walaupun tidak semuanya seperti itu ya.”

Ia juga menambahkan bahwa sesungguhnya leadership tidak bergantung akan gender, namun lebih ke personality orang itu sendiri. Di indonesia memang masih ada perusahaan yang tidak memperbolehkan perempuan menjadi pemimpin. Tapi seiringnya perubahan industri, dan suara perempuan makin banyak tentang glass ceiling, hopefully peraturan seperti itu semakin berkurang ya Kleive.

BACA JUGA: Cantik Dalam Keberagaman


(K&C): Hal apa yang menjadi modal tekadmu untuk terjun ke dunia entrepreneur?
(DG): Pada awalnya, aku sangat ragu akan diterima di dunia entrepreneur karena background aku yang berbeda dari kebanyakan. Aku bukan lulusan ekonomi, bisnis, hukum, komunikasi, atau bisnis itu sendiri. Dengan bangga aku menyebutkan bahwa diriku adalah seorang lulusan seni dan animasi, dimana semua decision aku putuskan dengan intuisi, hahaha.

Dari kecil aku memang bercita-cita menjadi entrepreneur. Sudah banyak bisnis yang aku lakukan dari kecil. Banyak gagalnya namun aku tetap bangkit dan mencoba lagi hingga pada titik sekarang. Modal tekad aku adalah keinginan yang sangat kuat atau Power of Willing. Aku paham banyak banget di luar sana yang takut akan kegagalan, but that is not for me. Justru karena kegagalan itu aku bisa belajar dan tidak mengulangi kesalahan itu di kemudian hari.

Being an entrepreneur is a lot of challenge dan jika berhasil, hasilnya sangat memuaskan. Karena bukan hanya masalah keuntungan tapi dapat membangun sebuah lapangan pekerjaan, tapi juga dapat memberi impact kepada society. Karena itu aku membangun Klei & Clay very personal to costumer dan gak masalah untuk transparansi. Aku juga bertekad untuk ingin membawa perubahan bahwa solopreneur itu gak salah dan mereka tetap bisa berhasil.

(K&C): Adakah tips dan saran untuk para perempuan yang ingin mencoba atau bercita-cita menjadi entrepreneur women?
(DG): “Menjadi seorang entrepreneur harus memiliki niat yang kuat dan bisa self motivate”.

Berikut ini tips darinya untuk Kleive yang ingin jadi entrepreneur.

First, do a lot of research: Kleive bisa liat China dan USA untuk melihat peluang bisnis. Karena biasanya apapun yang happening disana akan datang ke indonesia 2-3 tahun kemudian.”
Talk with a lot of people: Sharing dengan berbagai macam orang dari circle yang berbeda-beda. karena dari sini kamu bisa mulai membuat business plan untuk bisnis kamu.”
Be flexible: You need to be flexible as much as you can. Jangan terlalu stick to the plan. Penting juga untuk kamu ikuti perubahan dan perkembangan yang ada di industri. Be liquid
Find a partner: If you can’t do it alone, find a partner. It will helps you. Namun karena mencari partner yang cocok itu susah, menjadi solopreneur juga gak masalah kok Kleive!”
Make a sustainable business and have a social impact: Buatlah bisnis yang berkelanjutan dan tidak hanya menjanjikan secara materi namun juga memiliki pengaruh sosial yang baik untuk orang lain.”


Be yourself: you need to look your competitors but just be yourself. Karena competitors merupakan frienemy yang bisa dijadikan bahan pelajaran untuk bisnis kita sendiri.”


(K&C): Apa cara/bentuk dukungan dari kamu terhadap perempuan lainnya?
(DG): Caraku dengan memberikan support serta lebih memprioritaskan perempuan sesuai kodratnya. That’s why Klei & Clay mostly kontennya tentang perempuan. Karena aku percaya dibalik laki-laki yang sukses itu ada perempuan yang hebat dibelakangnya. Jadi, kalau kamu mau mendapatkan pasangan yang sukses, yuk mari kita berbenah diri sendiri dulu ya.

(K&C): Adakah rintangan yang kamu hadapi dalam menjalankan visi misi yang ada?
(DG): Karena kita memang tidak bisa mengontrol faktor eksternal, pasti banyak sih rintangannya dalam menjalankan dan membangun Klei & Clay. Tapi tetap harus fleksibel, adaptasi, up to date, dan diferensiasi itu sangat penting”.(K&C): Adakah perempuan yang menginspirasi-mu? (your inspiring entrepreneur women)
(DG): Actually aku bukan tipe yang bisa ngefans banget sama orang. Tapi ada beberapa perempuan yang inspiring me to become a powerful women. Salah satunya, Michelle Obama, Ivanka Trump, dan JK Rowling”.

Walaupun beberapa bukan dari bidang entrepreneur, namun baginya sosok mereka merupakan “powerful women” yang bisa dijadikan inspirasi. Jadi gimana Kleive, tertarik jadi womenpreneur? ayo share pendapat kamu ya!

 

Penulis: Ardinda Zenadineva