Blue Light Berbahaya Bagi Kulit Yuk, Cegah dengan Skincare Berikut

Bahaya Blue light – Zaman sekarang ini smartphone tentu telah menjadi bagian penting yang tidak terlepaskan dari seseorang. Jika kendaraan bermotor menghasilkan polusi yang tidak baik bagi kesehatan kulit, tahu nggak, sih kalau ternyata smartphone juga memiliki dampak yang tidak baik bagi kulit? Smartphone yang kita gunakan ternyata memancarkan sinar yang dinamakan blue light. Sinar ini pada dasarnya ada pada setiap perangkat elektronik dan berfungsi memberikan cahaya pada smartphone kita. Pada awalnya, sinar ini dikenal dapat merusak mata, namun siapa sangka ternyata paparan sinar jenis ini secara terus menerus dapat berdampak buruk bagi kulit. 

Paparan sinar blue light yang berlebihan dapat mengurangi produksi hormon melatonin yang merupakan hormon perangsang rasa kantuk. Rasa kantuk yang tertahan akan membuat kita menjadi terjaga meski mata dan tubuh sudah terasa lelah. Akibatnya, proses regenerasi kulit yang biasa terjadi pada malam hari akan terhambat dan dalam jangka panjang dapat memicu penuaan dini. Mengerikan ya, Kleive? Tapi tenang saja, kali ini Klei & Clay memiliki rekomendasi skincare yang dapat membantu kamu melawan pengaruh buruk blue light bagi kulit:

1. Sunscreen

Dermatolog asal New York, dr. Shari Marchbein dilansir dari Allure, mengatakan bahwa sinar blue light dapat menembus lapisan kulit lebih dalam dibandingkan dengan sinar UV dan rawan memicu inflamasi pada kulit. Karenanya, penggunaan sunscreen tetap diperlukan. Sebagai rekomendasi kamu dapat mencoba Supergoop! Unseen Sunscreen Broad Spectrum SPF 40 yang mengandung ganggang merah yang mampu melindungi kulit dari bahaya sinar blue light. Untuk kamu yang ingin memiliki proteksi lebih dari sunscreen biasa kamu juga dapat mencoba Murad City Skin Age Defense Broad Spectrum SPF 50 PA++++. Bukan sembarang sunscreen, produk ini mampu memberikan perlindungan dari lima macam stressor seperti UVA, UVB, polusi radiasi infrared, dan blue light. 

Baca juga: Mengenal Apa Itu UVA, UVB, SPF, dan PA +++

2. Produk ber-Vitamin C 

Usai melindungi kulit dengan sunscreen, saatnya membentengi kulit dengan antioksidan. Vitamin C adalah salah satu kandungan yang dikenal baik sebagai antioksidan. Selain itu, vitamin C juga dapat membantu melindungi kulit dari dampak sinar blue light yang merusak kulit. Sebagai rekomendasi kamu dapat mencoba Skinceuticals C E Ferulic. Ssstt.. Tetapi untuk kamu yang ingin lebih budget friendly, kamu dapat mencoba Soothe Face Oil Klei & Clay, rosehip oil-nya mengandung vitamin C yang baik bagi kulit, lho. 

3. Face Mist 

Ketika merasa sudah cukup lama menghabiskan waktu di depan gadget kamu, inilah saat yang tepat untuk rehydrate your skin. Untuk kamu yang tidak punya waktu luang, pastikan kamu selalu siap sedia face mist. Semprotkan beberapa kali pada wajah agar wajah kamu tetap lembab dan terhindar dari kerutan dini karena kurang terhidrasi. Sebagai rekomendasi, kamu dapat mencoba The Enchanted Aloe-Rose Face Mist dari Klei & Clay. Kandungan aloe vera water-nya baik untuk meredakan kemerahan pada kulit. 

4.  Eye Cream 

Selain bahaya blue light yang buruk bagi penglihatan mata, kamu juga harus merawat kulit di sekitar area mata, lho. Terutama untuk kamu yang kerap menghabiskan banyak waktu bekerja di depan laptop atau smartphone hingga larut malam. Kurangi mata panda dan tanda-tanda kerutan sejak dini dengan penggunaan eye cream. Jika digunakan secara rutin, eye cream dapat membantu menyamarkan garis halus dan mata panda. Nggak mau kan kalau kita jadi terlihat 10 tahun lebih tua karena area mata yang tidak terjaga? Kamu dapat mencoba Clinique All About Eyes sebagai eye cream kamu. 

Mengingat keberadaan gadget akan selalu menjadi bagian dari keseharian kita, yuk rawat dan lindungi kulit kamu sejak dini. Selain itu tidak ada salahnya untuk membatasi waktu yang kamu habiskan di depan layar smartphone supaya mata dapat beristirahat dan kamu tetap bisa melakukan kontak sosial secara langsung dengan orang-orang di sekitar kamu. Stay healthy, Kleive. 

Oleh: Agatha Diora

Editor: Divanda Gitadesiani