Mengenal Apa Itu UVA, UVB, SPF, dan PA +++

Apakah kamu termasuk tim yang suka berjemur di pagi hari, Kleive? Sinar matahari memang mengandung Vitamin D yang baik untuk kekuatan tulang namun ternyata sinar matahari yang baik ini paling aman diperoleh di bawah jam 9 pagi. Mengapa demikian? Ternyata di atas jam 9 pagi, sinar matahari yang terpancar ke bumi tidak tersaring sepenuhnya oleh ozon yang menipis sehingga berbahaya bagi kulit.

Sinar matahari memiliki tiga jenis radiasi berdasarkan panjang gelombangnya, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Semakin pendek gelombang, semakin besar tingkat radiasi yang bisa merusak kulit. Dari ketiga jenis radiasi di atas, UVC adalah satu-satunya sinar yang masih bisa tertahan oleh ozon. Lantas apa sih sebenarnya UVA dan UVB serta seberapa berbahayakah mereka untuk kesehatan kulit? Simak penjelasan dari Klei & Clay berikut!

Perbedaan UVA dan UVB

1. Ultra Violet A (UVA)

UVA adalah sinar ultra violet dengan gelombang terpanjang. Kamu perlu hati-hati terhadap Sinar UVA yang 95% terkandung dalam sinar matahari yang sampai ke bumi ini karena ia bisa menyerap lebih dalam dibandingkan sinar UVB, yaitu ke bagian dermis kulit, bahkan sinar ini pun dapat menembus serat kaca. Sebagai pengingat akan efek buruk yang ditimbulkan oleh sinar ini, UVA sering disebut sebagai sinar UVAging karena paparan sinar ini secara terus-menerus dapat mempercepat tanda-tanda penuaan seperti keriput, noda hitam, bahkan kanker kulit.

2. Ultra Violet B (UVB)

Vitamin D yang kita dapatkan melalui berjemur merupakan paparan sinar matahari yang mengandung UVB, hanya saja dalam kurun waktu yang masih aman dan yang dianjurkan. Sinar UVB memiliki panjang gelombang lebih pendek dibandingkan UVA, namun tetap berpotensi memberikan efek buruk pada kulit seperti kulit memerah, perih, terbakar, dan menggelap. Karenanya, tak heran jika sinar ultra violet ini sering dijuluki UVBurning.

Pentingnya Menggunakan Sunscreen

Walaupun UVC dengan panjang gelombang terpendek dan tingkat radiasi yang tinggi masih mampu ditahan oleh lapisan ozon, kamu masih sangat perlu menggunakan sunscreen untuk mencegah efek buruk UVA dan UVB yang sudah dijelaskan di atas. Kamu sangat disarankan untuk menggunakan sunscreen yang mengandung SPF dan PA di dalamnya. Lalu apa sih sebenarnya SPF dan PA itu?

Sun Protector Factor (SPF)

SPF merupakan kandungan dalam sunscreen yang merupakan perlindungan terhadap pengaruh buruk UVB. Untuk kamu yang bingung dengan kadar SPF yang sebaiknya digunakan, gambaran sederhananya adalah sebagai berikut, SPF 15 mampu menahan 93% sinar UVB, SPF 30 mampu menahan 97% sinar UVB, dan SPF 50 mampu menahan 98% sinar UVB. Semakin tiggi SPF, tentu akan semakin tinggi dan bertahan lama pula proteksi yang diberikan. Perlu diingat untuk mengaplikasikan sunscreen dengan jumlah yang tidak sedikit-sedikit. Beberapa dermatologist menyarankan pemakaian sunscreen sebanyak dua ruas jari atau ketika kulit kamu terasa sudah terasa tertutupi sunscreen secara merata.

BACA JUGA:  Chemical Sunscreen VS Physical ‘mineral’ Sunscreen

Protection Grade of UVA (PA)

Jika kamu sering membaca keterangan “PA +++” pada produk sunscreen, berarti produk tersebut memiliki proteksi terhadap bahaya sinar UVA, sedangkan semakin banyak tanda plus yang tertera, akan semakin tinggi pula tingkat proteksinya. Dilansir dari thebrightside.com, banyaknya tanda plus (+) pada PA bisa diartikan PA+ berarti memiliki sedikit perlindungan terhadap UVA, PA++ berarti memiliki perlindungan yang cukup terhadap UVA, PA+++ berarti memiliki perlindungan tinggi terhadap UVA, dan PA ++++ berarti perlindungan terhadap UVA sangat tinggi.

Mengingat sinar UVA yang radiasinya akan tetap sampai ke kulit walaupun dalam cuaca mendung atau ketika kita berada di dalam ruangan, sangat penting untuk memilih produk sunscreen yang mengandung kedua kandungan baik SPF maupun PA. Selain itu juga sangat dianjurkan untuk menggunakan sunscreen 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan agar produk dapat menyerap maksimal terlebih dahulu. Perlu diingat pula bahwa proteksi sunscreen akan cenderung menurun selepas pemakaian, karenanya penting untuk mengaplikasikan kembali sunscreen kamu setiap dua hingga tiga jam sekali untuk perlindungan lebih maksimal.

Jika kamu tipe wajah yang gampang memerah akibat paparan sinar matahari. Kamu bisa mencoba rekomendasi dari Klei & Clay yaitu The Enchanted. Aloe-Rose Face Mist yang mengandung rose water dan juga aloe vera yang dapat membuat wajahmu segar sepanjang hari.

Bagi kamu yang bingung bagaimana caranya mengaplikasikan ulang sunscreen di atas makeup, kamu dapat membaca salah satu artikel di Kleive Journal yang berjudul 5 Tips Reapply Sunscreen Tanpa Merusak Riasan Wajah. Nah, sekarang sudah tahu kan Kleive perbedaan dari UVA, UVB, dan PA+++? Jangan lupa untuk selalu pakai sunscreen ya.

Oleh: Agatha Diora
Editor: Divanda Gitadesiani
Image: pinterest