Pengobatan Jerawat dari Masa ke Masa

Seperti yang sudah diketahui bahwa jerawat adalah permasalahan dari jaman dahulu kala dengan berbagai inovasi pengobatan jerawatan yang tiada henti. Nah, tapi tidak semua pengobatan jerawat kamu temui pada zaman kini, karena ada beberapa yang di banned karena terlalu berbahaya dan ada juga yang masih digunakan hingga kini. Penasaran kan apa aja caranya? Yuk, baca blog ini sampai habis ya Kleive!

1920-an, perempuan pada tahun ini melakukan perawatan “dry-ice” yang dikenal dengan cryoslush treatment. Cryoslush treatment menyebabkan pengelupasan kulit dan dapat mengempeskan jerawat. Tidak hanya dipercaya untuk mengempeskan jerawat pada tahun 1920 saja, tetapi juga digunakan oleh spa-spa modern untuk mengatasi jerawat.

Salep benzoyl peroxide populer digunakan untuk mengobati jerawat oleh para perempuan di awal tahun 1930-an hingga kini. Selain itu, para perempuan juga memiliki cara lain untuk mengobati jerawat dari dalam, yaitu meminum campuran ragi kering aktif dan air.

Pada tahun 1940-an, lampu UV dianggap dapat memancarkan sinar keajaiban bagi penderita jerawat. Hanya saja penyembuhan dengan cara seperti ini menjadi sangat populer sampai tahun 60-an saja. Karena ada penelitian lebih lanjut mengatakan bahwa, pengobatan jerawat dengan menggunakan lampu yang memancarkan sinar UV dapat meningkatkan resiko kanker kulit. Waah.. serem banget ya Kleive. Efek-nya sama seperti radiasi matahari.

Oke, lanjut kepada perempuan pada tahun 1950-an, mengobati jerawat dengan meminum pil antibiotik. Penisilin merupakan bentuk antibiotik pertama yang tersedia. Akan tetapi, beberapa ahli menganggap kalau penisilin hanya bersirkulasi di aliran darah saja, tidak sampai ke kulit, sehingga tidak lagi dianggap efektif mengobati jerawat. Tapi, antibiotik lain yaitu tetracycline dianggap memiliki tingkat efisien yang lebih tinggi, sehingga mulai digunakan untuk mengobati jerawat. Tapi perlu diketahui mengkonsumsi pil antibiotik untuk jangka panjang dapat menyebabkan bakteri resisten.

Di tahun 1960-an, saat teknologi tinggi sudah mulai dikenal, perempuan mengobati jerawat dengan melakukan uap wajah yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Cara ini dilakukan untuk menghidrasi kulit dan membersihkan pori-pori yang tersumbat.

Perempuan pada tahun 1970-an menggunakan vitamin A acid atau yang lebih dikenal dengan retin-A. Kandungan ini dipercaya dapat membersihkan pori-pori yang tersumbat, sehingga otomatis digunakan untuk mengatasi masalah jerawat. Pada tahun ini, pengobatan jerawat dengan menggunakan retin-A dianggap paling efektif untuk mengatasi masalah jerawat.  Tetapi, karena termasuk bahan yang keras, pengobatan jerawat dengan Retin-A dapat menyebabkan kulit kering dan mengelupas. 

BACA JUGA: 5 Kombinasi Skincare Yang Dapat Membahayakan Kulit

Di tahun 1980-an, cara penyembuhan jerawat yang menjadi populer yaitu menggunakan accutane. Accutane diciptakan sebagai obat (pil) yang ampuh untuk menyembuhkan jerawat kronis. Sebelum menggunakan accutane harus didiskusikan dengan dokter, karena dapat menimbulkan efek samping jika digunakan sembarangan. Efek samping yang akan timbul yaitu kulit kering, masalah pencernaan, keguguran jika dikonsumsi oleh ibu hamil, dan yang lebih parahnya lagi dapat memunculkan pikiran untuk bunuh diri.

Di tahun 1990-an, menggunakan laser untuk mengobati jerawat. Berbeda dengan X-ray, laser tidak memiliki spektrum elektromagnetik yang tinggi dan targetnya adalah porphyrin yaitu pigmen kulit yang diproduksi dari bakteri untuk mengobati jerawat. Pengobatan jerawat dengan cara ini tidak cukup dilakukan sekali saja, tetapi harus berkali-kali.

Di tahun 2000-an, para perempuan rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mengatasi masalah jerawat. Mereka melakukan perawatan di klinik kecantikan untuk membersihkan pori-pori menggunakan alat khusus. Setelah dibersihkan, dermatologis akan memberikan suntikan kortison (steroid) untuk mengatasi cystic acne.

Lanjut ke era tahun 2010, sudah banyak produk-produk perawatan yang dapat mengatasi masalah jerawat. Pada tahun ini industri kecantikan Korea juga sudah mendunia dan menjadi pilihan sebagian besar perempuan untuk mengatasi masalah jerawat. Produk-produk perawatan kecantikan Korea seperti masker, acne patch atau produk-produk lainya yang ditujukan untuk mengatasi masalah jerawat juga sudah mendunia dan mudah didapatkan. Selain industri kecantikan yang sudah semakin maju, teknologi pun tidak kalah maju. Para perempuan di era 2010 juga dapat melakukan terapi blue light sendiri di rumah, lho. Sudah ada yang pernah coba?

Nah itu dia cara-cara yang dilakukan para perempuan pada masanya untuk mengobati jerawat. Saat ini, sudah semakin banyak cara-cara dan produk-produk yang dapat mengobati jerawat kamu. Rekomendasi produk yang bisa dicoba untuk mengobati jerawat kamu, yaitu Bye Acne! Face Oil yang sudah di review oleh berbagai media, influencer, dan customers. Face Oil yang sempat masuk ke nominasi Best Acne Product BeautyFest Asia 2019 award ini, terbuat dari tea tree oil dan grapeseed oil yang baik untuk menghilangkan jerawat serta menyeimbangkan kadar minyak di wajah. Bagaimana tertarik untuk mencobanya Kleive?

Bye Acne! Face Oil Klei & Clay

Bye Acne! Face Oil. 10 ml Rp 95.000

Shop Now

 

Oleh: Fariza Rahmadinna
Editor: Divanda Gitadesiani
Image: Ricardo Garcia from Pexels