7 Mitos Sunscreen yang Harus Kamu Tahu

Rutinitas perawatan kulit kamu setiap harinya akan sia-sia kalau kamu tidak menggunakan sunscreen. Jika kamu beraktivitas di luar ruangan tanpa mendapatkan perlindungan dari sunscreen, perlahan tapi pasti kulit kamu akan menerima dampaknya. Sinar UV akan menyebabkan kulit kusam, penuaan dini, bintik hitam dan garis-garis halus. Lebih parahnya lagi, sinar UV dapat meningkatkan resiko kanker kulit hingga 50 persen. Wow! Jadi sangat penting untuk tidak melewatkan penggunaan sunscreen setiap harinya. 

Nah, walau menggunakan sunscreen itu hukumnya wajib, tetapi ada beberapa mitos sunscreen yang mungkin kita percayai, tapi ternyata merugikan dan membawa dampak buruk untuk kulit. Nahloh, apa aja sih?

Mitos Sunscreen 1: Tidak perlu menggunakan sunscreen saat cuaca tidak terik

Kamu perlu menggunakan sunscreen setiap saat pada jam 6 pagi – 6 malam, bahkan saat cuaca sedang tidak terik. Awan berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang tampak, tetapi tidak dapat memblokir sinar ultraviolet. Jadi walaupun saat cuaca mendung, awan tetap tidak dapat menghalangi sinar UVA dan UVB. Jadi sangat penting untuk menggunakan sunscreen setiap hari, saat cuaca terik maupun tidak.

Mitos Sunscreen 2: Di dalam ruangan tidak perlu menggunakan sunscreen

Menurut American Academy of Dermatology, kaca memiliki sifat yang dapat menghalangi radiasi UVB yang membuat kulit terasa terbakar (sunburn), tetapi tidak menghalangi radiasi UVA. Sinar UVA dapat menyebabkan penuaan dini, bahkan yang lebih parahnya lagi yaitu dapat menyebabkan kanker kulit. Jadi kamu tau ya Kleive, walaupun kamu berada di dalam ruangan seharian, kamu tetap membutuhkan sunscreen.

Mitos Sunscreen 3: Memiliki kulit cenderung gelap, tidak perlu memakai sunscreen

Bahaya dari sinar UV tidak membeda-bedakan penerimanya berdasarkan jenis atau warna kulit. Siapa pun dapat terkena dampak buruk dari bahaya sinar UV. Selain resiko kanker kulit, sinar UV juga menyebabkan penuaan dini seperti keriput, kendur, bintik-bintik hitam dan garis-garis halus. Dan ternyata, orang yang memiliki kulit cenderung gelap, justru biasanya lebih rentan terhadap hiperpigmentasi yang menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam pada kulit. 

Mitos Sunscreen 4: Chemical sunscreen akan menyebabkan kanker

Beberapa orang menganggap bahwa, bahan kimia seperti oxybenzone yang terdapat dalam sunscreen dapat menyebabkan kanker. Namun perlu diketahui, dosis kandungan oxybenzone sudah diuji dan digunakan sesuai standar internasional dan dipastikan aman. Tetapi, jika kamu ingin menghindari jenis chemical sunscreen, kamu bisa pakai jenis physical sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide yang juga efektif menghalangi sinar UVA dan UVB.

BACA JUGA: Chemical Sunscreen VS Physical ‘mineral’ Sunscreen

Mitos Sunscreen 5:  Kekurangan vitamin D karena menggunakan sunscreen

Matahari memang memberikan vitamin D yang baik untuk kekuatan tulang, tapi bukan berarti menggunakan sunscreen akan membuat kamu kekurangan vitamin D. Vitamin D juga bisa didapatkan dari sumber makanan seperti susu. Jika kamu tetap ingin memperoleh manfaat baik dari sinar matahari, sebaiknya hanya maksimal 30 menit pada waktu sebelum jam 8 pagi. 

Mitos Sunscreen 6: Memakai sunscreen membuat kulit jerawatan

Sunscreen dianggap dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan produksi minyak berlebih, sehingga muncul jerawat. Munculnya jerawat bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti tidak bersih membersihkan wajah, alat makeup yang kotor dan masih banyak lagi. Saat ini ada banyak formulasi sunscreen yang aman dan tidak menyebabkan jerawat. Walaupun begitu, ada juga beberapa jenis sunscreen yang mengandung bahan-bahan yang cukup berat untuk diserap kulit. Jadi buat kamu pemilik kulit berjerawat sebaiknya lebih extra hati-hati dalam memilih jenis sunscreen yang tepat ya Kleive!

Pilih sunscreen yang bersifat oil-free dan non-comedogenic, karena kandungan minyak yang berat akan sulit diserap oleh kulit dan sunscreen yang bersifat comedogenic akan menyumbat pori-pori. jenis physical sunscreen biasanya lebih cocok untuk pemilik kulit berjerawat dan berminyak, karena ringan dan tidak meninggalkan residu minyak di wajah.

Mitos Sunscreen 7:   Semakin tinggi SPF, semakin lama memproteksi kulit

Sunscreen dengan SPF yang tinggi sebenarnya hanya memberi perlindungan terhadap kulit sedikit lebih lama. Tidak ada jaminan, semakin tinggi SPF itu berarti akan memberi perlindungan terhadap kulit hingga 100 persen. Sunscreen dengan SPF yang tinggi akan memblokir persentase dari sinar UVB yang tinggi pula, tetapi sunscreen tidak akan memblokir 100% dari sinar UVB. Untuk itu disarankan reapply sunscreen setiap 2 jam sekali dan setelah terkena air atau keringat, agar kulit mendapatkan perlindungan efektif dari sunscreen.

BACA JUGA: 5 Tips Reapply Sunscreen Tanpa Merusak Riasan Wajah

Tidak hanya memperhatikan tinggi rendahnya SPF pada sebuah produk sunscreen, tetapi kamu juga perlu memperhatikan PA dan banyaknya tanda +. SPF melindungi kulit dari bahaya sinar UVB, sedangkan PA dan banyaknya tanda + melindungi kulit dari bahaya sinar UVA. Oleh karena itu, harus cermat dalam memilih sunscreen dan jangan lupa untuk memperhatikan SPF dan PA, supaya sunscreen dapat melindungi kulit kita dari bahaya sinar UVA dan UVB.

 

Oleh: Fariza Rahmadinna
Editor: Divanda Gitadesiani
Photo by Maria Isabella Bernotti from Pexels