5 Manfaat Grapeseed Oil Dan Cara Menggunakannya

Grapeseed oil atau minyak biji anggur adalah ekstrak dari biji anggur. Grapeseed oil memiliki sifat anti-inflamasi, antimikroba, dan antioksidan yang membuatnya dikenal baik untuk perawatan kulit. Tidak seperti jenis face oil yang lain, grapeseed oil adalah oil yang ringan dan non comedogenic, sehingga cocok untuk sebagian besar jenis kulit, termasuk kulit sensitif dan berjerawat. Nah, kali ini Klei & Clay akan mengupas tuntas mengenai grapeseed oil, jadi baca blog ini sampai habis ya Kleive!

Apa sih manfaat grapeseed oil?

  1. Melawan jerawat

Grapeseed oil mengandung tinggi asam lemak omega-6 dan asam linoleat yang dipercaya dapat membantu melawan jerawat. Tidak hanya itu saja, anti inflamasi dan anti mikroba juga baik dalam membantu kamu melawan jerawat, sedangkan kandungan vitamin E nya bermanfaat untuk menyamarkan bekas jerawat. Bagi pemilik kulit berminyak, grapeseed oil aman untuk digunakan, karena kandungan asam linoleat telah diuji dapat mengurangi pori-pori yang tersumbat dan membantu mengontrol produksi minyak.  

  1. Melindungi dari radikal bebas

Antioksidan yang ditemukan dalam grapeseed oil, seperti vitamin E, vitamin C dan proanthrocyanidin dapat membantu mencegah kerusakan kulit atau yang lebih parah yaitu kanker kulit akibat radikal bebas, seperti polusi dan sinar UV. Antioksidan ini juga dipercaya dapat mengatasi hiperpigmentasi pada kulit. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh. 

  1. Melembabkan dan menghaluskan kulit

Selain dapat melawan jerawat, asam linoleat yang terkandung di dalam grapeseed oil juga dipercaya dapat meningkatkan elastisitas kulit, menghaluskan dan melembabkan kulit tanpa membuat wajah terlihat oily.

  1. Mengurangi peradangan

Beberapa penelitian menunjukan, kalau asam linoleat memiliki sifat anti inflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada kulit. Plus, pitosterol yang ditemukan dalam biji anggur juga dapat membantu mengendalikan respon peradangan kulit.

  1. Mengurangi garis-garis halus dan kerutan

Selain kandungan yang sudah disebutkan sebelumnya, grapeseed oil juga mengandung polifenol yang dapat melawan penuaan dini. Polifenol telah dikenal tidak hanya memperlambat proses penuaan dini, tetapi juga mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti kerutan, garis-garis halus dan bintik-bintik hitam. Grapeseed oil juga mengandung astringen alami yang membuat kulit tampak lebih kencang.

BACA JUGA: 5 Fakta Face Oil yang Harus Kamu Ketahui

Bagaimana cara menggunakan grapeseed oil?

Grapeseed oil sangat mudah menyerap ke dalam kulit, jadi kamu tidak perlu menunggu lama untuk ke step perawatan kulit selanjutnya. Oiya, perlu dilakukan tes spot terlebih dahulu ya Kleive, seperti pada pergelangan tangan untuk memastikan kalau kamu tidak memiliki reaksi terhadap face oil ini. Tunggu sampai 24 jam, kalau tidak menimbulkan reaksi tertentu, gunakan grapeseed oil sehari sekali pada awal penggunaan dan selanjutnya kamu bisa meningkatkan jumlah penggunaan menjadi dua hari sehari tergantung kebutuhan kulit kamu ya.

Ada banyak cara menggunakan grapeseed oil, cara pertama kamu bisa menggunakan grapeseed oil sebanyak dua sampai tiga tetes sebagai serum, oleskan pada wajah sebelum tidur. 

Cara kedua, campurkan satu tetes grapeseed oil dengan pelembab kamu untuk membantu mengunci kelembaban pada kulit. 

Cara ketiga, dengan menggunakan tangan yang bersih, kamu bisa hanya menggunakan grapeseed oil pada area tertentu seperti pada jerawat atau bekas jerawat. 

Cara keempat, oleskan dengan lembut satu sampai dua tetes grapeseed oil pada lingkaran hitam bawah mata, karena face oil ini dapat mengencangkan kulit dan mengurangi garis-garis halus. Jadi mata panda kamu bisa lebih cepat hilang.

Nah itu dia 5 manfaat grapeseed oil dan cara-cara menggunakannya. Kamu bisa sesuaikan cara penggunaannya sesuai selera dan kebutuhan kamu ya Kleive. Oiya Klei & Clay punya rekomendasi face oil yang mengandung grapeseed oil nih buat kamu, yaitu Bye! Acne Face oil. Jangan lupa selalu lakukan tes spot terlebih dahulu untuk memastikan kalau suatu produk cocok atau tidaknya di kulit kamu.

 

Oleh:Fariza Rahmadinna
Editor: Divanda Gitadesiani
Image: Photo by Kelly Sikkema on Unsplash